Apa itu DNS? fungsinya apa? dan untuk apa? Bagi para pengguna internet sebenarnya setiap kita mengetikkan alamat situs atau website seperti www.google.com, www.yahoo.com, www.detik.com, www.asus87.com ;-)  , itu merupakan alamat IP dari suatu host yang terhubung dalam suatu jaringan, jadi sebenarnya www.google.com itu adalah alamat IP dari host Google yaitu 74.125.235.16

Disitulah DNS (Domain Name System) berperan, yaitu melakukan translasi IP address menjadi suatu nama domain atau sebaliknya. Hal ini tentu sangat memudahkan user saat mengetikkan suatu alamat website, karena user tidak perlu menghafal IP address untuk mengakses alamat webisite tersebut.

Di sini penulis ingin menjelaskan beberapa hal umum mengenai DNS, yaitu pegertian, fungsi, struktur, dan cara kerja DNS. :)

• Pengertian

DNS (Domain Name System) adalah suatu fasilitas dalam suatu sistem operasi untuk memetakan alamat/domain ke alamat IP.

• Fungsi

Digunakan untuk mengetahui alamat suatu host/komputer/server dengan melakukan translasi dari domain ke ip address.

• Cara kerja

DNS tidak berdiri sendiri, tapi dia berdiri dalam sebuah server yang biasa dikenal dengan nama DNS Server dan terhubung dengan jaringan internet. Cara kerjanya yaitu:

  1. Saat komputer client mengakses alamat host www.domainsiapaneh.com
  2. Komputer tersebut akan melakukan translasi dengan menghubungi host lokal (database host di komputer 127.0.0.0) terlebih dahulu, jika tidak ada data maka komputer akan menghubungi DNS server (misal DNS ISP Telkom 202.134.0.61) yang terhubung lewat jaringan untuk mengetahui apakah alamat yang kita ketikkan itu terdaftar dalam database yang ada di DNS server. Jika tidak ada maka DNS server akan menghubungi DNS server lainnya berdasarkan level domain yang ada.
  3. Kemudian DNS server yang mengetahui IP alamat tersebut, memberi informasi alamat IP ke client dan selanjutnya client bisa mengakses alamat tersebut.

• Struktur DNS

Pengelompokkan database dari DNS server tersusun secara hirarki sistem, sistem ini dipilih karena sistem ini cocok digunakan untuk sistem terdistribusi, konsisten untuk setiap host, dan selalu update. Sistem ini digambarkan sebagai sebuah tree yang memiliki beberapa cabang. Cabang-cabang ini mewakili domain, subdomain, top level domain, atau suatu host.

Domain tertinggi adalah root yang dilambangkan dengan titik, domain yang terletak tepat di bawah root disebut top level domain. Beberapa contoh top level domain ini antara lain com, edu, gov, biz, us, info, net dan lain-lain. Turunan dari top level domain disebut subdomain. Domain yang terletak setelah top level domain adalah second level domain, dan domain yang berada di bawah second level domain disebut third level domain, dan seterusnya.

Sistem hirarki DNS di atas tentunya tidak diatur oleh satu server saja. Sistem hirarki DNS ini dipecah-pecah menjadi beberapa server pada setiap level domain. Jadi setiap cabang-cabang atau level domain juga mempunyai DNS server sendiri yang masing-masing saling terhubung dan bertukar informasi antara DNS server lainnya.